Tugas Besar Pengantar Multimedia ( Pembuatan & Editing Video )

June 20, 2013 in Uncategorized

Dalam rutinitas perkotaan yang demikian padat, proses komunikasi pun sangat berperan dalam mengatur dan membuat bermacam list agar sesuai alur. Alat komunikasi genggam atau handphone merupakan benda yang mampu membuat orang-orang saling terhubung diantara tingginya mobilitas mereka. Adanya handphone, membuat informasi dapat diterima kapanpun dan dimanapun.

Namun, tentunya kita harus bijak dan cerdas dalam mempergunakan handphone. Alih-alih memudahkan, malah mencelakakan. Salah satunya adalah berinteraksi dengan ponsel (telefon, SMS, atau zaman sekarang BBMan dll) selagi mengemudikan mobil maupun motor.

Berkendara sangat membutuhkan konsentrasi penuh, karena bukan diri sendiri saja yang bisa celaka, orang lain pun demikian bahkan mencelakai. Saat interaksi dengan ponsel, otomatis perhatian kita teralihkan. Pandangan tidak lagi tertuju pada median dan situasi jalan.

Oleh karena itu, saya membuat video ini untuk mengajak masyarakat untuk mulai berhenti melakukan kebiasaan berkendara sambil menggunakan telefon. Untuk lebih jelasnya silahkan dilihat disini  http://www.youtube.com/watch?v=kQyTOhoJIUQ

Print Friendly

Tugas II Pengantar Multimedia Laporan Seminar ” Technopreneur is Our Life ”

May 23, 2013 in Uncategorized

Profil pembicara :

1. Adam Ardisasmita (CEO ARSANESIA )

Biografi singkat :

Chief Executive Officer di Arsanesia Entertainment (Perusahaan Perseorangan)

Vice President of Nokia Indonesia Community Enthusiast (NICE) di Nokia Indonesia Community Enthusiast

Dulu

Internship Programmer di Bank Rakyat Indonesia

Analyze Bussiness di Pribadi International School, Bandung

Lecture assistant di Institut Teknologi Bandung

Analize System di ZOE Cafe and Library

Pendidikan :

Institut Teknologi Bandung (ITB)

MAN Insan Cendekia Serpong

 

2. ARIEF WIDHIYASA (CEO AGATE STUDIO)

Biografi singkat :

Nama Lengkap: Arief Widhiyasa

TTL: Denpasar, 4 April 1987

Pendidikan: ITB (Drop Out)

Riwayat:

General Manager di G-Softworks (2005-2007)

Microsoft Student Partner di Microsoft Innovation Center (2007-2009)

CEO di Agate Studio (2007-Present)

Spesialisasi: Business Development, Negotiation, Networking, Game Programming, Game Development, Game Business.

 

3. Materi SEMINAR “Technopreneurship Is our Life”

Tema dalam acara seminar kali ini “Technopreunership Is Our Life” merupakan bentuk wirausaha dari kemajuan teknologi yang sedang berkembang dari masa ke masa. Berbagai kemajuan yang dicapai diawali dengan riset dan temuan-temuan baru dalam bidang teknologi yang kemudian dikembangkan sedemikan rupa sehingga memberikan keuntungan bagi penciptanya dan masyarakat penggunanya. Perkembangan bisnis dalam bidang teknologi diawali dari ide-ide kreatif di beberapa pusat penelitian yang mampu dikembangkan, sehingga memiliki nilai jual di pasar.

4.Pendapat Materi :

Teknologi merupakan suatu cara yang dilakukan oleh manusia untuk merubah alam dalam usaha memenuhi kebutuhan hidupnya.

Teknologi juga bisa dikatakan suatu cara atau metode untuk mengolah sesuatu agar terjadi efisiensi, baik dalam biaya ataupun waktu, sehingga dapat menghasilkan produk yang lebih berkulitas. Dasar-dasar penciptaan teknologi adalah : kebutuhan pasar, solusi atas permasalahan, aplikasi berbagai bidang keilmuan, perbaikan efektivitas dan efisiensi produksi, serta modernisasi dan juga dengn adanya bteknologi hidup kita pun tidak akan ketinggalan jaman .

Dua hal yang menjadi pokok penting yang harus diperhatikan dalam mendefenisikan Technopreneuship itu yaitu penelitian dan komersialisasi. Penelitian berorientasi pada penemuan dan penambahan ilmu pengetahuan. Komersialisasi dapat didefinisikan sebagai pemindahan hasil penelitian atau teknologi, yakni : lisensi, berpartner, atau menjualnya kepada pihak yang akan mengkomersialkannya.

Invensi, Inovasi, dan Technopreneur

            Technopreneurship bersumber dari invensi dan inovasi. Invensi adalah sebuah penemuan baru yang bertujuan untuk mempermudah kehidupan. Inovasi adalah proses adopsi sebuah penemuan oleh mekanisme pasar. Invensi dan inovasi ada dua jenis, yakni :

1.      Invensi dan inovasi produk

2.      Invensi dan inovasi proses

Berbagai kemajuan yang dicapai diawali dengan riset dan temuan-temuan baru dal bidang teknologi (invensi) yang kemudian dikembangkan sedemikian rupa sehingga memberikan keuntungan bagi pnciptanya dan masyarakat penggunanya. Fenomena perkembangan bisnis dalam bidang teknologi berawal dari ide-ide kreatif di beberapa pusat penelitian (kebanyakan dari perguruan tinggi) yang mampu dikembangkan, sehingga memiliki nilai jual di pasar. Pengagas ide dan pencipta produk dalam bidang teknologi tersebut sering dikenal dengan nama technopreneur (teknoprener), karena mereka mampu menggabungkan antara ilmu pengetahuan yang dimiliki melalui kreasi/ide produk yang diciptakan dengan kemampuan berwirausaha melalui penjualan produk yang dihasilkan di pasar. Dengan demikian, technopreneurship merupakan gabungan dari teknologi (kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi)  dengan kewirausahaan (bekerja sendiri untuk mendatangkan keuntungan melalui proses bisnis).

Peranan Technopreneurship dengan masyarakat

                Invensi dan inovasi yang dihasilkan, serta technopreneurship tidak hanya bermanfaat dalam pengembangan industri-industri besar dan canggih. Technopreneurship juga dapat diarahkan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lemah dan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

Technopreneurship dapat memberikan manfaat baik secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Dampak secara ekonomi adalah :

a.      Meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

b.      Meningkatkan pendapatan.

c.      Menciptakan lapangan kerja baru.

d.      Menggerakkan sektor-sektor ekonomi yang lain.

Manfaat dari segi sosial diantaranya adalah mampu membentuk budaya baru yang lebih produktif, dan berkontrbusi dalam memberikan solusi pada penyelesaian masalah-masalah sosial.Manfaat dari segi lingkungan antara lain adalah :

a.      Memanfaatkan bahan baku dari sumber daya alam Indonesiasecara lebih produktif.

b.      Meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya terutama sumber daya energi.

Ada beberapa bidang invensi dan inovasi yang dapat diprioritaskan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat ekonomi lemah terdiri dari: air, energi, kesehatan, pertanian, dan keanekaragaman hayati (water, energy, health, agriculture, dan biodiversity).

            Menjadi seorang technopreneur

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan dan dipahami oleh sesorang untuk menjadi technopreneur diantaranya :

-      Belajar dari pengalaman para pelaku technopreneurship

-      Mengeksplorasi ide

-      Softskill  dan mindset yang diperlukan oleh technopreneur

-      Validasi Ide dan Penilaian Peluang

-      Pengembangan Produk Teknologi

-      Hak Kekayaan Intelektual

-      Analisis Pasar

-      Model Usaha

-      Penyusunan Business Plan ( Rencana Bisnis )

 

Print Friendly

Tugas III Pengantar Multimedia ( Review Film ” Star Trek Into Darkness 3D ” )

May 23, 2013 in Uncategorized

                Menentukan pilihan untuk menyaksikan versi 3D atau 2Dnya memang masih terasa sulit di tengah masyarakat meski pihak grup 21 sudah mempermudahnya dengan menyetarakan harga tiket masuk.  Dulu tentang masalah perbedaan harga, tapi sekarang adalah masalah kualitas dari film tersebut : apakah efek 3Dnya sanggup memberikan movie experience yang luar biasa bagi para penontonnya, yang dimana  tidak dapat kita peroleh dari versi regulernya (2D) sehingga kita diharuskan untuk menyaksikan film tersebut melalui kacamata hitam yang sangat mengganggu demi mendapatkan experience yang diharapkan sang sineas? Hehehe, well, post ini saya harapkan dapat semakin mempermudah kalian untuk mengambil keputusan untuk memilih 3D / 2D.

                3D Technology : Dolby Digital 3D
                
Shot in 3D : NO
               J.J Abrams sengaja tidak memfilmkan Star Trek dengan kamera 3D karena menurut beliau, teknologinya untuk saat ini masih sangat membatasi dirinya dan tim visual effects untuk berkreasi.
Brightness : 5/5

Menggunakan kacamata 3D itu ibaratnya memakai kacamata hitam ketika menonton film di bioskop, sehingga gambar di layar akan menjadi lebih gelap.

                Meski merupakan hasil konversi, level brightness dalam film Star Trek Into Darkness sama sekali tidak berupaya melambungkan sub-judulnya itu sendiri. Adegan-adegan pertarungan di luar angkasa yang notabene didominasi oleh warna hitam pun masih terlihat sangat jelas.
Depth : 5/5

Depth adalah ilusi kedalaman gambar di layar yang membuat para penonton merasa tengah menyaksikan adegan – adegan film tersebut dari balik jendela raksasa atau bahkan merasa ikut terlibat dalam adegan tersebut.

                 Pertarungan di luar angkasa dan set-set tempat yang eksotis telah dimanfaatkan oleh J.J Abrams dan cinematographer-nya semaksimal mungkin untuk menampilkan kekuatan layer depth sepenuhnya dengan kualitas yang terus dipertahankan sampai film berakhir. Para penonton benar-benar telah dibuat terhisap masuk ke dalam aksi petualangan kru Enterprise sejak detik pertamanya dan saya cukup ragu kalau anda bisa merasakan pengalaman menonton yang sama apabila menyaksikan versi 2Dnya.

Pop Out : 3/5

Pop Out adalah ilusi gambar yang keluar dari layar. Dan biasanya efek pop – out-lah yang dinanti – nantikan para penonton awam karena unsur hiburannya ataupun karena persepsi mereka terhadap efek 3D adalah gambar keluar layar. Namun, perlu dicatat bahwa pembuatan efek pop out dalam sebuah film bisa dibilang gampang – gampang susah. Dibuat berlebihan, akan menimbulkan gimmick dan membuat film tersebut tampak murahan. Oleh karena itu, dibutuhkan kreatifitas dan perencanaan yang matang agar efek pop out yang dihasilkan tidak terkesan dipaksakan.

                It’s quite a mixed bag. Jumlah adegan pop-outnya memang bisa dihitung jari, tetapi setiap kali mereka muncul, baik dalam bentuk serpihan, senjata, percikan api, debu atau sekedar efek dari lingkungan set tempatnya, efek pop-outnya terasa benar-benar dibutuhkan dan tidak pernah sekalipun dipaksakan untuk muncul. Kualitas efek pop-out yang disuguhkan Star Trek Into Darkness tetap patut diperhitungkan karena ia tampil lebih elegan, dewasa dan soft.
Health : 5/5

Tidak semua orang tahan ketika menyaksikan film 3D. Ada yang mengalami rasa pusing dan mual seusai menonton film 3D. Sebagai pecinta film dan 3D enthusiast, saya sangat bersyukur tidak dianugrahi “bakat” tersebut.

Jadi menurut saya, film Star Trek Into Darkness 3D ini layak untuk ditonton, utamanya untuk para sineas penggemar film 3D. So, I think it’s very RECOMMENDED !!! KOMPOR GAS !!!!!

Print Friendly

Tugas I Pengantar Multimedia

April 30, 2013 in Uncategorized

  1. Apa yang dimaksud dengan kompresi data?
  2. Mengapa kompresi diperlukan pada data multimedia?
  3. Ada berapa jenis kompresi data yang dapat digunakan pada tipe data multimedia?
  4. Jelaskan perbedaan antara teknik kompresi lossy dan lossless, berikan contoh yang sesuai.
  5. Jelaskan satu teknik kompresi text yang sangat sederhana, berikan contoh sebelum dan setelah kompresi.

Jawaban :

  1. Definisi kompresi data ( compression data ) dalam ilmu komputer adalah sebuah cara untuk memadatkan data sehingga hanya memerlukan ruangan penyimpanan lebih kecil sehingga lebih efisien dalam menyimpannya atau mempersingkat waktu pertukaran data tersebut
  2. Kompresi data bertujuan untuk mengurangi ukuran data tanpa merusak tujuan dari data tersebut. Kompresi data menggunakan sedikit disk space. Kompresi data mempercepat akses, dan kompresi data dapat membuat lebih efisien.
  3. Ada dua teknik kompresi data, yaitu :
  • Berdasarkan mode penerimaan data oleh manusia

I.                Dialoque Mode: yaitu proses penerimaan data dimana pengirim dan penerima seakan berdialog (real time), seperti pada contoh video conference. Dimana kompresi data harus berada dalam batas penglihatan dan pendengaran manusia. Waktu tunda (delay) tidak boleh lebih dari 150 ms, dimana 50 ms untuk proses kompresi dan dekompresi, 100 ms mentransmisikan data dalam jaringan

II.                Retrieval Mode: yaitu proses penerimaan data tidak dilakukan secara real time.

• Dapat dilakukan fast forward dan fast rewind di client.
•  Dapat dilakukan random access terhadap data dan dapat bersifat interaktif.

  • Berdasarkan output
    1. Losseles Compression,
    2. Lossy Compression

4. Perbedaan Losseles Compression dengan Lossy Compression

1. Losseles Compression, Teknik kompresi yang tidak mengurangi ukuran aslinya. Losseles artinya tidak ada data yang hilang, menggunakan algortima tertentu untuk mengompres data (compress) dan mengembalikan ke ukuran semula (decompress), dipakai untuk mengompres data dan program.

Contoh : pada citra atau gambar dimana metode ini akan menghasilkan hasil yang tepat sama dengan citra semula, pixel per pixel sehingga tidak ada informasi yang hilang akibat kompresi. Namun ratio kompresi (Rasio kompresi yaitu, ukuran file yang dikompresi dibanding yang tak terkompresi dari file) dengan metode ini sangat rendah. Metode ini cocok untuk kompresi citra yang mengandung informasi penting yang tidak boleh rusak akibat kompresi, misalnya gambar hasil diagnosa medis. Contoh metode lossless adalah metode run-length, Huffman, delta dan LZW.

 

2. Lossy Compression, Teknik kompresi yang mengurangi ukuran aslinya. Lossy artinya ada data yang hilang, bertujuan untuk mengefisienkan data,biasanya dipakai untuk mengompres data multimedia

Contoh : terdapat image asli berukuran 12,249 bytes, kemudian dilakukan kompresi dengan JPEG kualitas 30 dan berukuran 1,869 bytes berarti image tersebut 85% lebih kecil dan ratio kompresi 15%. Contoh metode lossy adalah metode CS&Q (coarser sampling and/or quantization), JPEG, dan MPEG.

5. Contoh Kompresi Lossless Pada Gambar

  • Original Image (lossless PNG, 60.1 KB size) – uncompressed is 108.5 KB

  • Low Compression (84% less information than uncompressed PNG, 9.37 KB)

  • Medium Compression (92% less information than uncompressed PNG, 4.82 KB

  • High Compression (98% less information than uncompressed PNG, 1.14 KB )

Referensi :

http://nurilla7.wordpress.com/2008/11/05/kompresi-data-lossy-dan-lossless/

http://w081-080010006.blogspot.com/2009/05/kompresi-data.html

http://blog.widyatama.ac.id/members/andiatirahazis/activity/1927

http://almiradesti.blogspot.com/2012/10/teknik-kompresi-lossless.html

 

Print Friendly

Hello world!

April 30, 2013 in Uncategorized

Welcome to Blog Universitas Widyatama Sites. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Print Friendly